Tampilkan postingan dengan label Belajar SEO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar SEO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 September 2012

Belajar SEO part 12

Faktor-faktor Penilaian Pada Mesin Pencari

Tidak semua faktor penilaian peringkat pada mesin pencari itu penting, beberapa ranking factor seperti PageRank (PR) hanya penting dalam kondisi-kondisi tertentu. Yang lainnya seperti META tags, fungsinya hanya untuk menyempurnakan detil dan tidak terlalu besar pengaruhnya pada posisi di mesin pencari.
Harus diketahui faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk mendominasi 3 mesin pencari utama secara efektif. Mulai dari artikel ini saya akan membahas tentang faktor-faktor utama dan bagaimana tiap faktor tersebut mendapat perlakuan yang berbeda dari mesin-mesin pencari. Akan dibahas pula faktor-faktor lain dan contoh optimalisasinya.
Umumnya sulit bagi sebuah website untuk menempati posisi puncak pada satu mesin pencari, apalagi pada lebih dari satu pada saat bersamaan. Webmaster sering mengeluh soal ‘ketiadaan’ situs mereka di Google, padahal situs itu menempati posisi puncak di Yahoo, atau kasus lainnya, menempati posisi ‘bagus’ di Google tapi tidak punya posisi sama sekali di Bing.
Mengembangkan strategi SEO yang mujarab agar dapat ‘menguasai’ Google. Yahoo, dan Bing (kita sertakan juga Ask sebagai pembanding) sekaligus adalah hal yang sulit, tapi bukannya tidak mungkin.
Pada artikel sebelumnya tentang faktor-faktor yang dinilai berbagai mesin pencari anda sudah lihat bagaimana sifat masing-masing mesin pencari dalam memberi peringkat. Selanjutnya saya akan menjelaskan dulu sedikit tentang Ask (search engine terpopuler keempat) kemudian kita akan bicara tentang faktor-faktor yang bisa mendongkrak posisi situs anda di semua mesin pencari pada artikel-artikel selanjutnya.

Belajar SEO part 11

Bagaimana dengan Mesin Pencari Lain?

Artikel pertama untuk tahun yang baru.  Pada artikel sebelumnya tentang faktor-faktor yang dinilai oleh Google, sudah dijelaskan 3 faktor apa saja yang menjadi ukuran ‘kualitas’ oleh Google. Pada tulisan kali ini saya akan merangkum apa yang menjadi faktor pemeringkatan utama, baik di Google maupun di mesin pencari lainnya.

Yahoo, MSN (Bing), dll.

Dominasi Google menempatkan Yahoo dan Bing pada posisi terpenting kedua dan ketiga dalam upaya SEO yang kita lakukan (Ask yang menempati posisi keempat, hanya menguasai hampir 5% total pasar pencarian).
Ada satu pemikiran yang menarik – karena banyak laporan yang mengatakan lebih mudah untuk mendapat ranking dan menguasai halaman SERP di Yahoo dan Bing, daripada ‘menguasai’ Google.
Saya sendiri berpendapat bahwa itu tergantung pada strategi SEO yang diterapkan. Ada banyak website yang menerima mayoritas trafik dari Google, dan hampir tidak ada trafik-nya yang berasal dari Yahoo atau Bing. Ada juga banyak website yang mendapat ranking tinggi di Yahoo, tapi cukup rendah di Google. Perbedaan yang saya lihat hanya dari cara mempromosikan situs-situs tersebut dan metode link building yang digunakan.

Belajar SEO part 10

Apa sih yang Google Mau? – Bag.2

Melanjutkan artikel sebelumnya tentang apa yang Google mau. Kita bicara tentang relevansi, trust, dan authority. Bagian pertama sudah menjelaskan apa itu relevansi (relevance), dan bagaimana kita meningkatkan kualitas relevansi halaman web kita dengan apa yang dicari. Bagian 2 ini bicara soal trust dan authority.

Otoritas (Authority)

Authority adalah indikator ‘sosial’ atas seberapa kuatnya sebuah situs atau halaman web dianggap sebagai ‘sumber’ topik tertentu. Otoritas menandai keahlian, dan pengakuan atas keahlian tersebut dari dunianya dan juga dari luar industri.
Kalau misal anda punya situs ‘aksesoris golf’ dan ada banyak situs golf lainnya yang menaut ke situs anda, hal itu menunjukkan (di mata Google) bahwa situs anda adalah sumber yang punya otoritas tentang ‘aksesoris golf’.
Kemudian, kalau ada sejumlah situs diluar topik golf yang menaut ke situs anda, maka status authority semakin menguat. Meski begitu, tautan yang berasal dari situs yang se-topik dengan anda punya nilai lebih, karena situs-situs tersebut juga dianggap punya authority pada topik yang sama dengan situs anda.
Kualitas tautan masuk atau inbound links yang menaut ke situs anda berdasarkan dari yang kurang sampai yang paling berkualitas adalah dari:
  1. Situs dengan sedikit backlink dan tidak terkait dengan niche situs anda.
  2. Situs dengan banyak inbound links (punya authority) dan tidak terkait dengan segmen situs anda.
  3. Situs dengan sedikit backlink dan berhubungan dengan segmen situs anda.
  4. Situs dengan banyak incoming link (punya otoritas) dan punya topik yang berhubungan dengan niche situs anda.

Belajar SEO part 9

Apa sih yang Google Mau?

Pada Februari 2007, Google digunakan oleh 48,1 persen pencari di seluruh Amerika Serikat – hampir dua kali Yahoo (28,1 persen) dan lebih dari empat kali pemakai MSN (sekarang Bing – 10,5 persen) – Sumber: comScore, Februari 2007 (http://www.comscore.com/press/release.asp?press=1255).

Ya, memang angka yang menunjukkan kuasa ‘the almighty Google‘, angka yang ditampilkan juga menunjukkan bahwa pangsa pasar Google masih berkembang, Yahoo belum bisa mengimbangi, dan MSN semakin merosot. MSN yang kemudian menjadi Bing sekarang ini mulai melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat pijakannya di pasar pencarian.
Sepertinya memang tidak heran kenapa Google bisa menguasai pasar sebesar itu. Sejak awal Google menempatkan dirinya ‘murni’ sebagai mesin pencari, Yahoo terlanjur dikenal sebagai portal dan MSN telat ‘ikut balapan’. Positioning dan fokus Google pada pencarian, digabungkan dengan eksistensinya sebagai pionir teknologi pencari (Google pernah menyediakan jasa pencarian untuk Yahoo pada masa-masa awal) membuat Google jauh di depan dan sulit dikejar.
Bagi kita sebagai search marketer, berarti kita harus memperhatikan apa yang dibilang ‘si mbah’ Gugel, khususnya pada apa yang menjadi tujuan Google sebagai mesin pencari.
Bagi Google, ranking berarti perkara menemukan halaman web yang paling relevan (relevance) dengan apa yang dicari, berasal dari sebuah website yang ‘terpercaya’ (trusted) dan dianggap memiliki otoritas (authority) pada subjek yang dicari.

Belajar SEO part 8

Komponen SERP: Search Engine Results Page

Search Engine Results Page (SERP) atau mungkin kalau di-Indonesiakan secara bebas sebagai halaman hasil pencarian adalah halaman yang anda lihat setelah anda mengetikkan kata kunci yang dicari pada berbagai mesin pencari (search engine). Halaman tersebut berisi tautan ke berbagai situs yang dianggap paling relevan dengan kata kunci yang anda cari.
Perlu dicatat bahwa mesin pencari memberi peringkat pada masing-masing halaman dari sebuah website, bukan pada website itu sendiri. Ini basic, tapi pegertiannya mendalam, karena itu berarti bahwa anda bisa meng-optimalkan masing-masing halaman untuk kata kunci yang berbeda. Ini menguntungkan karena situs anda memiliki banyak ‘pintu masuk’ dan peluang yang lebih besar untuk mendapat trafik pengunjung.
Tiap search engine (kita hanya memfokuskan 3 mesin pencari utama, dan lebih khusus lagi pada Google) memberi peringkat dan menampilkan hasil pencarian dengan cara berbeda.
Mengetahui bagaimana masing-masing mesin pencari (Google, Yahoo, dan Bing) menampilkan hasil pencarian adalah hal penting, karena dari SERP masing-masing search engine tersebut anda bisa melihat petunjuk penting tentang berbagai ‘pintu masuk’ atau entry point untuk kata kunci yang anda cari/incar.
Kemudian, memahami komponen-komponen yang ditampilkan pada listing hasil pencarian akan membantu anda mengoptimalkan website.
Kebanyakan pencari tidak akan melihat lebih dari halaman pertama SERP. Alasannya? Karena pencari menemukan apa yang mereka cari dari 10 hasil yang ditampilkan, atau mereka mengulang pencarian dengan kata kunci yang lebih tepat.

Belajar SEO part 7

Memahami Mesin Pencari (Search Engine)

Jadi bagaimana sesungguhnya cara kerja mesin pencari dalam konteks SEO (Search Engine Optimization)?

Indeks Mesin Pencari

Walaupun penting untuk memahami bagaimana cara mesin pencari ‘membaca’ sebuah situs web dan menyimpannya di dalam indeks, bagi kita pelaku SEO adalah lebih relevan untuk mengetahui bagaimana caranya agar situs kita bisa tercantum dalam indeks mesin pencari.
Hanya ada satu cara ‘benar’ agar website kita cepat terindeks, dan cara tersebut adalah:
Mendapat tautan/link dari website lain yang mengarah ke situs kita (melakukan link building).
Cara yang “tidak benar” adalah; menggunakan form pendaftaran (inclusion/submission form) pada mesin-mesin pencari, menggunakan software yang “menjamin” situs web anda terdaftar di mesin pencari, membayar spammer yang menawarkan jasa agar website anda tercantum di 100+ search engine
Semuanya itu cuma buang-buang waktu dan biaya. Hindari cara-cara tersebut, dan jangan gunakan submission form pada mesin pencari.
Kenapa?
Karena membuat situs anda terindeks oleh mesin pencari adalah hal yang mudah KALAU anda tahu caranya.
Terus bagaimana caranya saya mendapat tautan dari situs lain?
Ada beberapa cara untuk mendapat tautan ke website anda dengan mudah dan gratis (lebih banyak lagi cara kalau anda mau keluar biaya) dimana situs baru anda akan ter-indeks di Google dalam 2-4 hari sejak pertama online dan dalam hitungan jam bahkan menit setelah mendapat tautan.
Catatan: Pada bagian akhir Panduan SEO ini anda akan mendapatkan banyak artikel tentang link building pada fase peluncuran situs web baru. Untuk memahami mesin pencari dan mendapatkan inbound link terbaik untuk situs anda, ketahui satu hal;

Belajar SEO part 6

Strategi Diversifikasi Dalam SEO

Search Engine Optimization (SEO) adalah proses untuk mengarahkan trafik pengunjung dari mesin pencari ke sebuah website. Proses ini tidak mungkin dimengerti kalau belum paham bagaimana cara kerja mesin pencari. Secara khusus, sebelum belajar SEO, kita harus mengerti dulu:
  • Bagaimana mesin pencari membaca (meng-indeks) website
  • Bagaimana mesin pencari memberi peringkat/ranking
  • Kenapa mesin pencari mengubah algoritma pencarian
  • Bagaimana (dan kapan) mesin pencari mengubah algoritma
Poin 1 dan 2 relatif mudah dipahami (poin 2 adalah alasan kenapa industri SEO berkembang). Ada banyak informasi salah, tapi selama anda punya sumber yang tepat, mempraktekkan sendiri dan belajar menyaring yang perlu dan tidak, anda akan punya gambaran tentang bagaimana mesin pencari memberi peringkat.
Poin 3 dan 4 memberi banyak kesulitan bagi SEO, terutama karena:
  • Perubahan pada algoritma bisa membuat peringkat sebuah situs berubah, dan ada kemungkinan situs anda kehilangan peringkatnya yang sudah tinggi.
  • Tidak tahu kapan mesin pencari meng-update algoritmanya (setidaknya sampai anda melihat perubahan yang jelas atau seseorang di forum mulai membahasnya) berarti anda sebagai webmaster tidak akan pernah tahu kapan perubahan pada mesin pencari akan berefek negatif.

Belajar SEO part 5

SEO: Pentingnya Sistem dan Prioritas

Memiliki sebuah ‘sistem‘ untuk mencapai tujuan adalah langkah berikutnya untuk seseorang yang harus menyelesaikan suatu jenis proyek lebih dari satu kali. Contoh; web desainer yang harus menyelesaikan 10-20 situs setiap tahun punya sistem, programer yang bekerja pada proyek besar, patuh pada ‘sistem‘ kerja mereka, dll.
Kalau anda belum punya sistem, sekarang saatnya memikirkan SEO sebagai sebuah sistem aktivitas dan proses yang efektif untuk menghasilkan trafik terarah (targeted traffic) bagi website anda dari mesin pencari.
Suatu sistem disebut efektif jika sistem tersebut dapat membantu anda memenuhi target setiap saat anda menjalani proyek yang serupa (bukan sama – karena tidak pernah ada proyek yang sama).
Dan seperti yang dijelaskan sebelumnya, fokus pada pekerjaan yang paling efektif dan tetap berlaku dalam jangka panjang, bukan yang paling mudah atau murah, atau paling cepat, atau yang dibilang oleh Google (dan mesin pencari lainnya).
Kerjakan apa yang berhasil saat ini dan nanti.

Belajar SEO part 4

SEO dan Bukan SEO

Kebanyakan orang – okey, hampir semua orang yang baru nyemplung ke dunia SEO - secara sederhana menyamakan SEO dengan mendapat peringkat #1 untuk sebuah website di Google.
Tapi sesungguhnya SEO jauh lebih luas daripada itu. Ada tiga langkah utama dalam proses SEO:
  1. Seperti bisnis lainnya, anda harus menentukan dan mengidentifikasi target audien anda (target market). Di sini anda bukan hanya menentukan tujuan membuat website dan menggambarkan profil audien, tapi juga memantau persaingan/kompetisi dan mengevaluasi apa yang dibutuhkan agar dapat ‘mendominasi’ sektor atau niche tertentu yang anda masuki.
  2. Anda melakukan langkah-langkah yang perlu untuk membuat website anda mendapat ranking setinggi mungkin di mesin pencari untuk kata-kata kunci (keywords) yang sering digunakan target audien website tersebut. Langkah ini termasuk hal-hal yang anda lakukan terhadap situs itu sendiri (kalau anda membuat website baru sebaiknya pastikan bahwa situs tersebut search engine friendly sejak awal). Kemudian langkah ini juga termasuk melakukan berbagai aktivitas off-site yang bertujuan membuat website lain menaut ke situs anda.
  3. Anda memantau perkembangan website anda di mesin pencari secara konstan atau terus menerus dan melakukan berbagai penyesuaian atas strategi SEO pada saat dibutuhkan.
Perlu dicatat bahwa SEO bukanlah aktivitas online yang ditujukan untuk menghasilkan traffic/pengunjung (atau mempromosikan) website anda. Aneh dengan pernyataan ini? Coba pahami lagi.

Belajar SEO part 3

Pola Pikir SEO

Berpikir Jangka Panjang

Search Engine Optimization bukanlah program ‘cepat kaya’, juga bukan aktivitas jangka pendek yang hanya memberi hasil sementara dengan resiko di-blacklist oleh mesin pencari.
Artikel yang merupakan bagian dari seri belajar SEO ini tidak membahas etika ber-SEO, menurut saya (silakan saja berpikir lain) mesin pencari menyediakan layanan, adapun panduan dan kebijakan yang mereka keluarkan bukanlah ‘hukum’ atau peraturan, tapi sekedar pernyataan umum (general statement).
General statement tersebut seringkali ambigu dan tidak memberi petunjuk jelas tentang apa yang harus dilakukan ‘pejuang SEO’ agar kata kunci (keyword) incaran mereka mendapat ranking di SERP.
Meski begitu, mempertaruhkan website anda dengan melakukan optimalisasi yang bertentangan dengan kebijakan mesin pencari dan bisa terdeteksi oleh mesin pencari adalah tindakan bodoh.
Ada banyak cara yang lebih baik untuk mendominasi SERP tanpa  harus melakukan hal-hal yang bisa membuat situs anda ditendang oleh Google, Bing atau Yahoo.
Pola berpikir dalam SEO harus bersifat jangka panjang- kalau anda melakukan SEO untuk keuntungan jangka pendek, maka itu bukan SEO, tapi trik untuk mengeksploitasi kelemahan mesin pencari.
SEO adalah proses yang butuh waktu, sejumlah faktor yang digunakan untuk menentukan posisi di Google misalnya, menggunakan waktu sebagai elemen perhitungan.

Belajar SEO part 2

Contoh Kustomisasi Strategi SEO

Setiap website punya tujuan yang berbeda, tujuan ini yang akan menentukan jenis keyword apa yang ingin disasar, bagaimana komposisi audien-nya, seberapa ganas persaingannya, seberapa kuat modal dan waktu yang mampu anda keluarkan.
Seperti yang sudah saya janjikan, pada artikel ini akan saya tampilkan contoh untuk meng-kustomisasi strategi SEO pada dua jenis proyek yang berbeda:
Situs A adalah situs informasi (bukan situs produk) yang fokus pada niche tertentu. Sifat ini menentukan kata kunci/keyword yang hendak “ditembak”. Kata-kata kunci tersebut (begitu juga dengan target niche-nya) memiliki tingkat persaingan rendah, sehingga dibutuhkan sedikit saja kerja, waktu, dan biaya yang perlu dikeluarkan agar Situs A ini mendapat posisi #1 untuk target keyword-nya. Kemudian, ditentukan bahwa Situs A ini akan sangat mengandalkan traffic dari mesin pencari.
Dengan informasi ini, ada dua alternatif solusi – pertama, anda bisa menekan biaya dengan melakukan SEO ‘gratis’ dan tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk membayar tautan dan directory submission. Atau, anda bisa menghemat waktu dengan membayar beberapa direktori dengan otoritas tinggi untuk menempatkan tautan agar hasilnya cepat terasa di mesin pencari.

Belajar SEO part 1

Memahami Cara Kerja Mesin Pencari

Logis saja kalau anda ingin menempati posisi #1 untuk kata kunci yang dipilih, konsekuensinya anda harus memahami bagaimana cara kerja mesin pencari. Artinya, anda tidak hanya harus tahu faktor apa saja yang digunakan search engine untuk memberi peringkat pada sebuah website, anda juga harus tahu bagaimana mesin pencari membaca halaman situs dan menyusun indeks (topik ini akan saya bahas nanti).
Dalam beberapa tahun terakhir ini mesin pencari sudah banyak mengalami perubahan, dan masih terus memperbarui algoritmanya secara berkala. Jadi pada saat mempelajari bagaimana cara kerja mesin pencari, harus dipahami hal-hal berikut:
  • Paham tujuan apa yang hendak dicapai oleh mesin pencari
  • Bagaimana anda bisa mengetahui perubahan dalam algoritma mesin pencari
  • Bagaimana memperbarui pengetahuan anda atas berbagai perkembangan di dunia mesin pencarian (salah satunya dengan memantau blog ini  )
Kunci penting dari strategi SEO anda adalah mendapat pengetahuan terkini tentang perkembangan di dunia SEO, terutama tentang berbagai perubahan pada mesin pencari.